Surabaya – Dalam upaya memperkenalkan inovasi terbaru dalam dunia terapi berbasis molekuler, Institut Molekul Indonesia (IMI) menggelar acara sosialisasi mengenai Terapi Gelembung Nano Hidrogen di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Acara yang diselenggarakan pada Jumat, 21 Maret 2025 ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang potensi besar terapi ini dalam dunia medis dan kesehatan.
Sosialisasi ini dihadiri oleh Rektor Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), yakni Ibu Sumi Wijaya, S.Si., Ph.D., Apt., Laksamana Pertama TNI (Purn) dr. Herjunianto, SpPD, MMRS., selaku dekan fakultas kedokteran UKWMS, Prof. Sutiman Bambang Sumitro, SU., D.Sc selaku penasihat IMI, Bapak Kan Eddy selaku penasehat IMI sekaligus Ketua Reverse Aging and Homeostasis (RAHO) Club, Prof. Akhmad Sabarudin, S.Si., M.Sc., Dr.Sc., selaku ketua IMI, dr. Aditya Tri Hernowo, Ph.D selaku Ketua Divisi Penelitian dan Pengembangan IMI-RAHO Club, serta dosen fakultas kedokteran UKWMS dan jajaran pengurus IMI lainnya.
Acara ini dibuka dengan sambutan dari Rektor UKWMS, yang menyampaikan dukungannya terhadap upaya pengembangan riset dan inovasi di bidang kesehatan. Beliau juga mengungkapkan apresiasi atas kehadiran IMI, yang dinilai membawa wawasan baru bagi dunia kesehatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua IMI, Prof. Sabar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar ke depan dapat terjalin kolaborasi antara IMI dan UKWMS. “Kerja sama dengan kalangan akademisi merupakan aspek yang sangat penting bagi IMI,” ujar Prof. Sabar. “Ke depannya, kami berharap IMI dapat berperan sebagai jembatan yang menghubungkan dunia pendidikan, pemerintah, dan pelaku industri untuk bersama-sama membangun ekosistem kesehatan yang lebih baik.”
Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan singkat oleh Prof. Sutiman. Beliau menekankan pentingnya membangun wellness atau kesehatan menyeluruh, khususnya dalam menghadapi penyakit degeneratif. Ia mengajak untuk menggabungkan prinsip kedokteran Barat dan Timur — jika Barat fokus pada efektivitas langsung, maka Timur lebih menekankan keseimbangan holistik. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan metode penyembuhan yang lebih bijaksana dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Beliau kemudian memperkenalkan konsep hormesis, yaitu respons positif tubuh terhadap paparan dosis rendah dari zat yang pada dosis tinggi bisa bersifat merugikan. Teknologi gelembung nano hadir sebagai media inovatif yang memungkinkan gas-gas terapeutik tersebut dipertahankan lebih lama dalam tubuh, berkat sifat near zero diffusion rate-nya. Kemampuan ini diyakini dapat memperkuat efek hormesis, dan secara keseluruhan mendukung prinsip homeodynamics — yaitu kemampuan tubuh menjaga keseimbangan dinamis dalam menghadapi berbagai perubahan untuk tetap sehat.
Sambutan selanjutnya oleh Bapak Kan Eddy, yang menegaskan bahwa Indonesia perlu mandiri dalam teknologi kesehatan, dan teknologi nanobubble yang diinisiasi oleh IMI berpotensi menjadi terobosan besar, bahkan membuka peluang meraih Nobel. Ia menyebut tiga manfaat utama nanobubble: mampu membersihkan pembuluh darah dan mengurangi plak, mendukung terapi mitokondria dengan menurunkan inflamasi melalui gelembung nano hidrogen dan gelembung nano oksigen dapat meningkatkan produksi energi, serta membantu komunikasi antar sel melalui pengaturan gassotransmitter seperti H₂S. Kemampuan nanobubble dalam mengelola gas-gas tersebut secara presisi juga memungkinkan terciptanya kondisi hormesis yang mendukung keseimbangan tubuh.
Teknologi gelembung nano hidrogen dan oksigen terbukti memberikan berbagai manfaat yang belum dapat dijangkau oleh pengobatan konvensional. Dalam sosialisasi ini, beberapa hasil terapi juga dipaparkan, dengan menunjukkan hasil yang positif dan maksimal pada berbagai kondisi kesehatan. Acara kemudian ditutup dengan diskusi kerja sama antara UKWMS dan IMI. Pada dasarnya kegiatan ini dapat membuka peluang kolaborasi riset di bidang nanoteknologi dan kesehatan, khususnya bagi dosen dan mahasiswa UKWMS, untuk bersama-sama mengembangkan aplikasi terapi gelembung nano hidrogen yang lebih luas di masa mendatang.










Komentar