Pembebasan “budak” Politik

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gambar Pembebsan Budak Politik Dari Bohir Politik dan Kapitalisme Global

Ilustrasi Gambar Pembebsan Budak Politik Dari Bohir Politik dan Kapitalisme Global

Oleh: Afif Syairozi*

Tatanan politik Indonesia pasca 1998 makin rusak, apalagi pasca berhasilnya merubah UUD 1945 menjadi UUD 2002 hasil amandeman ugal-ugalan empat kali, hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Pasca UUD 2002 tatanan politik Indonesia semakin hancur. Dihancurkan oleh elit politik sendiri. Para elit-elit politik dengan suka rela menyerahkan kepalanya dikekang oleh pemilik modal “bohir”. Bahkan mereka berlomba-lomba menjadi budak terbaiknya pemilik modal.

Fenomena politik itu berlangsung disebabkan oleh sistem politik nasional yang berubah makin liberal meninggalkan jauh demokrasi Pancasila. Sistem politik Indonesia menjadi makin mahal, karena berdasarkan suara terbanyak individu.

Mereka sesama partainya sendiri saja bersaing sangat ketat. Ditambah lagi bersaing dengan partai politik yang lain. Pertarungan politik berlangsung sangat individualistik. Idiologi partai tidak berarti lagi, identitas partai politik sudah tidak diperlukan karena pertarungan politik memilih individu bukan platform partai politiknya lagi. Sehingga kekuatan modal sangat dominan menentukan kemenangan pertarungan politik liberal.

Baca Juga :  Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Jadi Titik Balik Pemerataan Akses Digital Nasional

Idiologi, kapasitas, integritas dibuang jauh-jauh dari ruang politik nasional Indonesia, digantikan dengan kekuatan modal. Bohir-bohir politik akhirnya menjadi panglima dalam sistem politik liberal.

Jika ingin naik panggung politik liberal, bersiaplah menjadi badut-badut politik pemodal “bohir”. Sembari membentuk peternakan masa politik, yang hanya tau makanan uang dan uang.

Sistem politik liberal ini, akhirnya hanya menghasilkan elit-elit politik yang korup dan budak-budak “bohir”.

Zaman yang disebut Orde Reformasi adalah zaman kegelapan Indonesia. Dapat dikatakan sebagai zaman jahiliya-nya Indonesia. Dimana elit politik Indonesia tidak dapat membedakan perbudakan dengan kemerdekaan. Dan panggung orde reformasi dipenuhi dengan kerakusan, manipulasi, ketidakadilan dan hedonisme.

Pembebas zaman kegelapan pasti terlahir. Dalam sejarah peradaban manusia, kelahirannya membuat terkejut semua pihak.

Karena tidak disangka-sangka dan tidak diduga-duga, tiba-tiba sudah ada ditengah-tengah penjajah itu sendiri.

Seperti Nabi Musa yang menghancurkan kekuasaan Fir’aun. Fir’aun tidak menyangka yang dirawat istrinya sendiri pada akhirnya menjadi penyebab tenggelamnya kekuasaanya.

Prabowo menjadi Presiden, itu kecelakaan politik bagi “bohir-bohir” politik. Prabowo dianggap sudah dapat dikendalikan. Agen-agen bohir politik sudah banyak yang masuk lingkaran dekatnya Prabowo. Tetapi hari ini, Prabowo melepaskan kekangan “bohir” politik, bahkan melawannya.

Baca Juga :  Dorong Pendidikan Berkualitas, Pembangunan SMA Unggul Garuda Baru di Konawe Selatan Hampir Selesai

Prabowo mencoba mengingatkan sekaligus mengajak elit politik untuk sadar kembali tentang kedaulatannya sebagai elit politik. Prabowo menyerukan berhenti menjadi budak dari bohir politik, berhenti berdusta kepada rakyat dan Stop maling uang rakyat.

Prabowo menyadari bahwa elit politik Indonesia, juga bagian dari korban sistem Kapitalisme Global. Kapitalisme Global sangat pandai ekploitasi nafsu keserakahan manusia dan memanipulasi nilai-nilai. Sebab itu Prabowo mengajak bersama-sama untuk keluar dari perbudakan bohir politik.

Bagi yang tidak mau diajak merdeka sebagai elit politik dan masih terus berlanjut mendustai negara dan rakyat. Proses penegakan keadilan hukum yang akan bicara, sebagai langka operasi pembebasan paksa budak-budak politik pemilik modal. Prabowo perlu bersyukur memiliki ketua Kejaksaan Agung yang hebat.

*Founder Oetama Strategic Issue

Follow WhatsApp Channel oetama.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UUD 1945 Akta Lahir NKRI
Gagal Menjadi Indonesia
Kembali Ke Rumah Sendiri UUD 1945
Selera Politik dan Upaya Kembali Ke UUD 1945
PIlpres 2029 : Memilih Mandataris MPR atau Petugas Partai Boneka Oligarki ?
Menangkan Indonesia 1945
Penemuan Kembali Revolusi Kita
Resolusi Jihad 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:12 WIB

UUD 1945 Akta Lahir NKRI

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gagal Menjadi Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:19 WIB

Kembali Ke Rumah Sendiri UUD 1945

Senin, 6 Juli 2026 - 11:43 WIB

Selera Politik dan Upaya Kembali Ke UUD 1945

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:24 WIB

PIlpres 2029 : Memilih Mandataris MPR atau Petugas Partai Boneka Oligarki ?

Berita Terbaru

Opini

UUD 1945 Akta Lahir NKRI

Jumat, 17 Jul 2026 - 11:12 WIB

Opini

Gagal Menjadi Indonesia

Selasa, 7 Jul 2026 - 17:20 WIB

Opini

Kembali Ke Rumah Sendiri UUD 1945

Selasa, 7 Jul 2026 - 10:19 WIB

Kelautan

KKP Kembangkan Model Kolaborasi Konservasi Penyu di Anambas

Senin, 6 Jul 2026 - 16:44 WIB