Kembali Ke Rumah Sendiri UUD 1945

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Prof. Ir. Daniel M. Rosyid, Ph.D*

Tidak terasa bangsa ini telah terusir dari rumahnya sendiri yaitu UUD 1945 sejak UUD 2002 berlaku. Cetak biru NKRI karya ulama lurus dan cendekia negarawan pendiri bangsa itu diganti dengan cetak biru lain tanpa ijin penghuni aslinya oleh kaum sekuler kiri dan liberal radikal dengan memperalat kaum nasionalis sebagai useful idiots. Tidak mengherankan jika terjadi Paradoks Indonesia : rakyat yg miskin di negeri yg kaya.

Max Isaac Dimont dalam Jew’s God and History mengibaratkan manusia modern hidup dalam rumah Yahudi karya Samiry dengan perabot dari Yunani.  Di sanalah manusia berpikir, berfilsafat, berkesenian. Perdebatan di pertengahan 1945 di BPUPK jelas menunjukkan bahwa rumah UUD 1945 dirancang head-to-head berbeda dengan rumah Yahudi itu. Soekarno, Hatta, Soepomo, Yamin, Maramis, Salim, sadar tentang pilihan-pilihan cetak biru NKRI itu. Mereka bersepakat untuk menggunakan cetak biru rumah sendiri bagi bangsa yg akan merdeka itu, yaitu UUD 1945 yg ditetapkan pada 18 Agustus 1945.

NKRI itu dibangun di atas 5 dasar yaitu Ketuhanan, Perikemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan sosial dengan misi melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan ikut serta membangun ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Visinya adalah menjadi bangsa yg merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Baca Juga :  PIlpres 2029 : Memilih Mandataris MPR atau Petugas Partai Boneka Oligarki ?

Cetakbiru NKRI itu diubah dengan ugal-ugalan menjadi UUD 2002 oleh gerakan reformasi yg semula dimaksudkan untuk mengoreksi Soeharto, namun kemudian ditunggangi anasir-anasir asing untuk mengubah sama sekali cetak biru itu, namun tetap membungkusnya dengan UUD 1945. Kamar utama rumah itu, yaitu MPR, dipreteli untuk menjadi ruang tamu belaka. Ayah dan ibu Republik ini diusir dari rumah.  Ruang tamu (DPR) malah diperbesar, sementara ruang tidur untuk anak-anak (Utusan Golongan) dan ruang tidur untuk tamu yg datang dari daerah (Utusan Daerah) yg  jauh malah tidak ada sama sekali sehingga harus tidur di emperan rumah.

Tidak mengherankan jika karena ketidakhadiran ayah dan ibu di rumah,  rumah itu kemudian diacak-acak para bandit, badut dan bandar politik yang gemar bermain judi dengan uang yg diperoleh dengan ngglembuk, nggendam, dan nyopet rakyat penghuninya yg makin miskin, dan kurang gizi. Malah ada Ayah tiri (petugas partai politik) yg didukung para bandar itu sebagai hasil transaksi2 pasar sapi untuk mengurusi rumah itu.

Baca Juga :  Dorong Pendidikan Berkualitas, Pembangunan SMA Unggul Garuda Baru di Konawe Selatan Hampir Selesai

Presiden Pabowo sejak lama menyadari poses penghancuran rumah UUD 1945 ini dan sedang berusaha keras untuk menghentikannya dengan jalan Transformasi Indonesia yaitu : 1) konservasi nilai2 dasar cetak biru rumah hasil kesepakatan para pendiri bangsa UUD 1945, 2) inovasi untuk beradaptasi dengan dinamika geopolitik global baru melalui addendum UUD 1945, serta GBHN yg memberi haluan pembangunan. Anasi-anasir asing nekolimik yg selama ini berpesta pora di rumah UUD 2002 lalu  berselingkuh dengan anasir-anasir domestik untuk melakukan _serakahnomics_ berusaha keras mencegah agenda transformasi presiden Prabowo ini. Para tokoh bangsa perlu membersamai agenda ini sebagai upaya untuk kembali ke rumah kita sendiri yg dulu pernah dirancang oleh para foundung parents kita.

Wonosalam, Jombang. Selasa 7 Juli 2026

* Guru Besar ITS Surabaya

Follow WhatsApp Channel oetama.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gagal Menjadi Indonesia
Selera Politik dan Upaya Kembali Ke UUD 1945
PIlpres 2029 : Memilih Mandataris MPR atau Petugas Partai Boneka Oligarki ?
Menangkan Indonesia 1945
Pembebasan “budak” Politik
Resolusi Jihad 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gagal Menjadi Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:19 WIB

Kembali Ke Rumah Sendiri UUD 1945

Senin, 6 Juli 2026 - 11:43 WIB

Selera Politik dan Upaya Kembali Ke UUD 1945

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:24 WIB

PIlpres 2029 : Memilih Mandataris MPR atau Petugas Partai Boneka Oligarki ?

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:33 WIB

Menangkan Indonesia 1945

Berita Terbaru

Opini

Gagal Menjadi Indonesia

Selasa, 7 Jul 2026 - 17:20 WIB

Opini

Kembali Ke Rumah Sendiri UUD 1945

Selasa, 7 Jul 2026 - 10:19 WIB

Kelautan

KKP Kembangkan Model Kolaborasi Konservasi Penyu di Anambas

Senin, 6 Jul 2026 - 16:44 WIB